|  |
 |
| |
 |
Ditengah menguatnya bursa kawasan regional, IHSG mengalami anomali sendiri yakni terkoreksi 13 poin (-0,42%) ke level 3.122. Pada awal perdagangan indeks sempat membuat rekor tertinggi baru di level 3.159 di dorong oleh euphoria bursa Amerika yang naik tajam sebelumnya. Namun tekanan jual atau profit taking mampu mendominasi sehingga bursa akhirnya melemah. Pelemahan ini wajar mengingat pekan depan sudah memasuki libur lebaran (T+3) sehingga investor cenderung mengamankan posisi dengan memilih pegang cash. Tekanan terbesar di alami oleh saham seperti BBCA, PGAS, ADRO, ITMG, UNVR, dan BMRI.
|
| |
 |
Ditengah menguatnya bursa kawasan regional, IHSG mengalami anomali
sendiri yakni terkoreksi 13 poin (-0,42%) ke level 3.122. Pada awal
perdagangan indeks sempat membuat rekor tertinggi baru di level 3.159 di
dorong oleh euphoria bursa Amerika yang naik tajam sebelumnya. Namun
tekanan jual atau profit taking mampu mendominasi sehingga bursa akhirnya
melemah. Pelemahan ini wajar mengingat pekan depan sudah memasuki libur
lebaran (T+3) sehingga investor cenderung mengamankan posisi dengan
memilih pegang cash. Tekanan terbesar di alami oleh saham seperti BBCA,
PGAS, ADRO, ITMG, UNVR, dan BMRI.
|
| |
 |
IHSG kemarin ditutup naik 53 poin atau 1,73% pada 3,135, menemukan support pada 3,081, dan resistance pada titik tertingginya 3,135. Saham naik terbesar termasuk ASII (+Rp1,800), TLKM (+Rp350), BBCA (+Rp250), BBRI (+Rp300), INTP (+Rp650), sementara saham turun terbesar termasuk ADRO (-Rp30), BBNI (-Rp50), INDF (-Rp50). Kenaikan IHSG kemarin dipicu oleh rilis data inflasi bulan Agustus 2010 sebesar 0,76%, lebih rendah dari estimasi konsensus sebesasr 1% MoM.
|
| |
 |
IHSG kemarin ditutup turun 17 poin atau 0,57% pada 3,081 menemukan support pada 3,058 dan resistance pada 3,099 dengan nilai perdagangan relatif rendah pada Rp3,6triliun. Saham turun terbesar kemarin termasuk saham emiten yang mengumumkan kinerja tengah tahun dibawah estimasi seperti ADRO (-Rp80), BUMI (-Rp50), dan TINS (-Rp50). Balik arah yang sempat terjadi sesaat pada sesi pagi tidak bertahan, bisa disebabkan oleh kekecewaan investor atas kinerja emiten tersebut.
|
| |
 |
IHSG kemarin ditutup turun 5 poin atau 0,17% pada 3,099 setelah berada
pada teritori hijau sejak awal perdagangan sampai awal sesi sore: support
ditemukan pada 3,089 setelah sempat menyentuh resistance pada 3,138.
Pelemahan yang dimulai pada sesi kedua kemarin, menurut kami, merupakan
aksi umum ambil untung. Saham yang mengalami penurunan terbesar
termasuk BBCA (-Rp100), BMRI (-Rp100), TLKM (-Rp50), INTP (-Rp250), dan
PTBA (-Rp150). Sementara saham yang naik terbesar termasuk INDF
(+Rp250), BUMI (+Rp20), LSIP (+Rp250), dan ITMG (+Rp300).
|
| |
 |
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak positif ditengah penguatan pasar saham regional. Beberapa indikator tampak menunjukkan sinyal bearish setelah pelemahan indeks hari Jumat lalu, namun moving average 20 daily chart berpeluang menopang pergerakan hari ini diatas level 3100. Ekspektasi range antara 3100 – 3137. Gejala minggu lalu bisa mengkonfirmasi kembali ketegasan IHSG untuk membukukan kenaikan yang signifikan YoY untuk tahun 2010 (estimasi kami saat ini pada kisaran 3,200).
|
| |
 |
IHSG kemarin ditutup menguat 6 poin atau 0,2% ditutup pada 3,415 dengan
nilai perdagangan relatif tinggi pada Rp6,9 triliun,menemukan support pada
3,128 dan resistance pada 3,145. 3 (tiga) saham emiten dengan fundamental
memadai dalam cakupan riset kami, kemarin bergerak naik terbesar , INTP
(+Rp1,000), PTBA (+Rp1,250), dan TLKM (+Rp100). INTP adalah emiten
sektor semen di BEI dengan kapasitas produksi terbesar, TLKM dengan
neraca terkuat.
|
| |
 |
IHSG kemarin ditutup menguat 23 poin atau 0,77% pada 3,138: penguatan ditengah sentimen negative regional yang signifikan. Saham yang menopang IHSG diteritori positif adalah TLKM (+Rp200), BUMI (+Rp190), INTP (+Rp450), PTBA (+Rp350), UNTR (+Rp200), dan PGAS (+Rp25). Perkembangan harga saham emiten BUMI, menurut kami, memberi harapan kepada sebahagian investor jangka panjang. Investor jenis ini tentu kewalahan menyaksikan saham emiten BUMI turun sampai ketingkatan Rp1,290 minggu ini.
|
| |
 |
Perdagangan SUN kemarin (25/8) dibuka stagnan dengan harga yang sama dengan hari
sebelumnya. Sentimen negatif dari pasar Eropa masih sedikit berpengaruh terhadap sesi pagi pasar sekunder SUN yang berlangsung sepi. Sementara, harga SUN terlihat mengalami penurunan berkisar 20–30 bps pada pembukaan perdagangan sesi siang. Beberapa SUN yang diperdagangkan antara lain FR0040 (jatuh tempo 15/9/25; harga 121; yield to maturity 8,5%), FR0042 (15/7/27; 110; 8,98%), FR0052 (15/8/30; 113,75; 9%), dan FR0053 (15/7/21; 101,1; 8,09%).
|
| |
 |
IHSG kemarin ditutup melemah 13 poin atau 0,44% pada 3,114 dengan nilai perdagangan Rp4 triliun dan asing net beli Rp78,9 miliar. Diantara saham yang turun terbanyak adalah ASII (-Rp850), PGAS (-Rp50), INTP (-Rp250), BUMI (-Rp30), ADRO (-Rp25). Sedangkan saham yang menopang IHSG diantaranya BBRI (+Rp250), INDF (+Rp100), BBNI (+Rp50), dan JSMR (+Rp75). IHSG kemarin sempat menyentuh titik resistance 3,145, sebelum aksi ambil untung melanda yang menyebabkan IHSG pindah ke teritori merah dan menyentuh support 3,099.
|
|
|